“Jika menarik film dokumenter yang dibuat anak-anak MAN 2 Banda Aceh tentang Radio Rimba Raya, akan saya buatkan film layar lebar,”kata Aditya Gumay, selesai mendengar penjelasan singkat tentang pembuat film dokumenter Radio Rimba Raya yang digarap pelajar MAN 2 Banda Aceh, Kamis (10/11).
Kepada Serambi, sutradara yang pernah meraih penghargaan sebagai sutradara terbaik 2 dalam Festival Film Bandung (FFB) 2010 mengaku pernah membaca tentang sejarah Radio Rimba Raya saat di Jakarta. Untuk sutradara muda yang sering mengangkat kisah kehidupan sosial masyarakat kelas bawah ini, ingin mengetahui lebih dekat lagi tentang Radio Rimba Raya.
“Ini baru wancana, kalau memang cukup menarik dan hasil film yang mereka buat cukup dalam survey dan risetnya, bisa jadi itu akan menarik sekali untuk difilmkan. Karena kisah tentang Radio Rimba Raya belum pernah difilmkan,”kata sutradara terkenal itu.
Tegas Aditya Gumay, ada banyak cara untuk berjuang, dengan bambu runcing, senapan, apakah dengan tulisan seperti Ibu Kartini, atau berbicara di radio. Artinya berbagai cara bisa dilakukan orang untuk memerdekakan negeri ini. Namun kisah dibalik perjuangan kemerdekaan lewat Radio Rimba Raya sesuatu yang beda.
Selain itu, Aditya mengakui kekagumannya tentang kehidupan masyarakat Aceh yang Islami. “Saya harus menetap di Aceh beberapa waktu guna mempelajari karakter dan budaya masyarakatnya, sehingga film yang dibuat nanti memiliki frame yang benar-benar menarik dan menyentuh,” pungkasnya.(c47)
Sumber:"Serambinews"
Editor : hasyim
Post a Comment